11. Mulut
Mulut atau tepatnya rongga mulut
merupakan kesatuan alat-alat pencernaan yang bekerja bersama-sama dalam
penerimaan, pengunyahan dan penelanan makanan.
a. Gigi (Dentes)
Gigi
(geligi = jamak) merupakan alat pencernaan yang tersusun atas jaringan tulang
yang sangat kuat dan tertanam pada gusi (ginggiva) dari tulang rahang atas dan
bawah. Mulut dengan adanya geligi berfungsi untuk mengunyah makanan secara
mekanis sehingga menjadi butiran-butiran makanan yang lebih kecil, sehingga
memudahkan bekerjanya enzim pencernaan. Berdasarkan bentuk dan fungsinya gigi
dapat dibedakan menjadi:
·
Gigi
seri
·
Gigi
taring
·
Gigi
geraham
b. Lidah
Lidah (bahasa latin = lingua)
tersusun atas kumpulan serabut otot lurik, yang diselaputi oleh selaput lendir
dengan struktur berbeda-beda tergantung tempatnya. Pada permukaan lidah
terdapat tonjolan-tonjolan kecil yang disebut papila lidah.Beberapa bentuk
papila lidah antara lain:
·
Filiformis
merupakan penonjolan berbentuk seperti konus, sangat banyak dan terdapat pada
seluruh permukaan lidah. Pada epitel papila jenis ini tidak mengandung puting
kecap (perasa).
·
Fungiformis
merupakan penonjolan dengan tangkai kecil dan permukaan yang melebar berbentuk
seperti jamur. Papila ini mengandung indera perasa pada permukaan samping atas
dan
terdapat di sela-sela antara papila filiformis.
·
Foliatum
merupakan penonjolan yang sangat padat sepanjang pinggir samping belakang
lidah. Papila ini mengandung puting perasa.
·
Sirkum
valatum merupakan papila yang sangat besar dengan permukaan menutupi
papilalainnya. Pada bagian belakang lidah. Banyak kelenjar serosa (von Ebner)
dan mukosa yang mengalirkan sekresinya ke dalam cekungan yang megelilingi
papilla ini. Putting kecap banyak disisi papila ini.
c. Langit-langit mulut
Langit-langit
(bahasa latin = palatum) terletak pada dinding atas (atap) rongga mulut.
Langit-langit dapat dibedakan menjadi 2 bagian yaitu langit-langit keras
(palatum durum) yang membatasi rongga mulut dengan rongga hidung, dan
langit-langit lunak (palatum mole) yang membatasi rongga mulut dengan faring.
d. Kelenjar ludah
Pada rongga mulut terdapat muara
dari kelenjar-kelenjar ludah (glandula saliva) yang terdapat disekitar mulut.
Kelenjar ludah berdasarkan letak dan
ukurannya dapat dibedakan menjadi 3 pasang, yaitu dari
ukuran yang terbesar ke yang
terkecil adalah:
·
Kelenjar
parotid yang terletak di depan telinga dan muaranya pada sebelah atas gusi.
·
Kelenjar
mandibularis (submaksilaris) yang terletak di dekat mandibula (rahang bawah)
dan muaranya di bawah lidah.
·
Kelenjar
sublingualis yang terletak di dasar mulut dan muaranya di bawah lidah.Kelenjar
ludah berperan menghasilkan air ludah. Air ludah tersusun atas cairan encer
(serous) dan lendir. Air ludah mengandung enzim amilase atau disebut juga
ptyalin.
.
e. Faring
Faring
(bahasa latin = pharynx) atau pangkal kerongkongan merupakan persilangan antara
saluran pernafasan dan pencernaan. Pada manusia faring juga digunakan sebagai
bagian dari alat untuk menimbulkan suara seperti bersuara, berbunyi, atau
bernyanyi.
f. Kerongkongan
Kerongkongan atau esofagus(bahasa
latin = oesophagus) merupakan saluran panjang berotot yang menghubungkan rongga
mulut dengan lambung. Pada batas antara esophagus dengan lambung terdapat
sfingeresofagi (sphincter esophagii) yang berfungsi mengatur agar makanan yang
sudah masuk ke dalam lambung tidak kembali ke esophagus. Makanan ketika
melewati kerongkongan didorong dengan menggunakan gerakan otot kerongkongan
yang disebut gerak peristaltik.
g. Hati
Hati
adalah alat yang besar, terletak di bawah sekat rongga badan dan mengisi
sebagian besar bagian atas rongga perut sebelah kanan. Hati mem- buat e mpedu
yang terkumpul dalam kantung empedu. Empedu tersebut menjadi kental karena
airnya diserap kembali oleh dinding kantung empedu. Pada waktu tertentu, empedu
dipompakan ke dalam usus dua belas jari me- lalui pipa empedu.
h. Lambung
berfungsi untuk menampung,
menyampur, dan mencerna makanan. Makanan setelah melewati kerongkongan masuk ke
dalam lambung selanjutnya akan merangsang pelepasan hormon gastrin.Hormon
gastrin berperan merangsang sekresi asam lambung (HCl) dan pepsinogen.
Pepsinogen selanjutnya oleh asam lambung diaktifkan menjadi enzim pepsin.
Dengan demikian, makanan
selama berada di lambung akan
dicerna secara kimiawi oleh asam lambung dan enzim pepsin.
i.
Pangkreas
Peran
kelenjar pankreas dalam pencernaan adalah menghasilkan getah pankreas. Getah
pankreas dialirkan ke dalam saluran pencernaan pada duodenum melalui ductus
coledochus bersama cairan empedu. Getah pankreas mengandung lipase, garam
karbonat, dan tripsinogen.
j.
Usus
besar
Usus
besar atau kolon adalah bagian usus antara usus halus dan rektum. Fungsi utama
usus besar adalah menyerap air dan mineral tertentu. Kolon dapat dibedakan
menjadi bagian kolon menanjak, kolon melintang, kolon menurun, kolon sigmoid,
dan rektum
k. Usus halus
Usus
halus dibedakan menjadi 3 bagian yaitu duodenum, jejunum, dan ileum. Pada
manusia dewasa, panjang seluruh usus halus antara 2-8 meter. Duodenum merupakan
tempat pencernaan makanan secara sempurna menjadi partikel-partikel sari
makanan yang siap diserap oleh mukosa usus. Jejunum dan ileum merupakan tempat
penyerapan sari-sari makanan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar