Rabu, 23 November 2016

Statistik Vital

Pengertian Statistik Vital
Vital statistics (statistic vital) adalah pengukuran status gizi dengan menganalisis data beberapa statistik seperti angka kematian berdasarkan umur, angka kesakitan dan kematian akibat peneybab tertentu dan data lainnya yang berhubungan dengan gizi. Salah satu cara untuk mengetahui gambaran keadaan gizi di suatu wilayah adalah dengan cara menganalisis statistik kesehatan. Beberapa statistik vital yang berhubungan dengan keadaan kesehatan dan gizi antara lain adalah angka kesakitan, angka kematian, pelayanan kesehatan, dan penyakit infeksi yang berhubungan dengan gizi. Di negara yang sedang berkembang angka kematian bayi dan anak relatif lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara maju. Penyebab utama kematian adalah penyakit infeksi dan parasit, serta banyak di antaranya yang berhubungan dengan kekurangan gizi. Faktor multidimensional yang mempengaruhi status gizi seorang anak adalah faktor sosial-ekonomis sampai pada faktor fisik-biologis. Salah satu faktor yang sangat penting dan sangat berpengaruh secara timbal balik dengan keadaan kekurangan gizi adalah penyakit infeksi dan parasit.
 Angka Kematian Berdasarkan Umur
Angka kematian berdasarkan umur adalah jumlah kematian pada kelompok umur tertentu terhadap jumlah rata-rata penduduk pada kelompok umur tersebut. Biasanya disajikan sebagai per 1000 penduduk. Manfaat data ini adalah untuk mengetahui tingkat dan pola kematian menurut golongan umur dan penyebabnya. Beberapa keadaan kurang gizi mempunyai insidens yang tinggi pada umur tertentu, sehingga tingginya angka kematian pada umur tersebut dapat dihubungkan dengan kemungkinan tingginya angka keadaan kurang gizi. Angka kematian anak balita perlu dianalisis pada setiap distribusi umur. Dengan demikian, dapat diketahui bahwa pada umur yang sama terdapat kejadian tertinggi dari penyakit tertentu. Apabila data setiap umur tidak tersedia, maka analisis dapat dilakukan pada tiga periode, yaitu umur 2 sampai 5 bulan, 1 sampai 4 tahun, dan umur 2 tahun.
a. Angka Kematian Umur 2-5 Bulan
Angka kematian pada kelompok umur 2 sampai 5 bulan tetap merupakan indeks kesehatan yang baik. Periode umur ini merupakan periode dengan status gizi seseorang anak yang dapat tergantung pada praktik pemberian makanan, terutama apakah disusui atau tidak. Ada tiga keadaan defisiensi gizi yang sering dihubungkan dengan periode umur ini pada bayi yang disusui yaitu :
            1) Beri-beri infantile
            2) Defisiensi vitamin B12 atau asam folat
3) Riketsia yaitu kekurangan vitamin D
b. Angka Kematian Umur 1-4 Tahun
Angka kematian bayi (infant mortality rates) telah cukup banyak digunakan sebagai indikator kesehatan masyarakat. Angka kematian bayi adalah jumlah kematian anak umur kurang dari satu tahun dalam tahun tertentu terhadap jumlah kelahiran hidup pada tahun yang sama yang disajikan sebagai per 1000 kelahiran hidup.
Angka kematian bayi di negara yang berkembang 10 kali lebih tinggi dibanding dengan negara-negara industri, dan angka kematian umur 1 sampai 4 tahun 30-40 kali lebih besar di negara berkembang. Di negara berkembang, kesakitan dan kematian pada anak umur 1-4 tahun banyak dipengaruhi oleh keadaan gizi. Pengaruh keadaan gizi pada umur tersebut lebih besar daripada umur kurang dari satu tahun. Dengan demikian, angka kesakitan dan kematian pada periode ini dapat dijadikan informasi yang berguna mengenai keadaan kurang gizi di masyarakat. Dalam pengumpulan data statistik yang perlu diestimasi dan dipertimbangkan adalah berbagai kendala yang di alami.
Meskipun demikian estimasinya tetap dapat dilakukan, yang hasilnya adalah sebagai berikut :
1) Analisis laporan kematian dan kelahiran
2) Penghitungan hasil sensu
3) Pendataan di tingkat desa
c. Angka Kematian Umur 13-24 Bulan
Angka kejadian KEP pada umur ini sering terjadi, karena pada periode umur ini merupakan umur periode penyapihan. Anak yang disapih mangalami masa transisi pada pola makannya. Keadaan ini mengakibatkan asupan makanan berkurang. Masa ini disebut masa transisi tahun kedua (secuntrant) yaitu second year transisional. Gordon (1967) menegaskan, angka kematian umur pada umur 13-24 bulan memberikan informasi yang lebih bermanfaat bagi beberapa negara, karena pada kelompok umur tersebut mudah menderita KEP dan defisiensi zat gizi lainnya.
Angka Kesakitan dan Kematian Akibat Penyebab Tertentu
Angka penyebab penyakit dan kematian pada umur 1-4 tahun merupakan informasi yang penting untuk menggambarkan keadaan gizi di suatu masyarakat. Perlu disadari bahwa angka tersebut terkadang kurang menggambarkan masalah gizi yang sebenarnya. Besarnya proposi kematian balita dapat disebabkan oleh penyakit diare, parasit, pneumonia, atau penyakit-penyakit infeksi lainnya seperti campak dan bantuk rejan.Demikian pula halnya pada pencatatan penyebab penyakit. Keadaan kekurangan gizi yang menyertai penyakit lainnya tidak terekam sebagai penyakit penyerta. Seharusnya kalau suatu penyakit dianggap sebagai penyebab kematian akibat kwashiorkor dan marasmus, maka kedua penyakit tersebut harus dicatat dalam pelaporan dan bukan hanya salah satu saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar