Rabu, 23 November 2016

Pelayanan kesehatan berbasis Teknologi dan Komunikasi

PELAYANAN KESEHATAN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK)



Pelayanan kesehatan berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) komputer, atau yang biasa disebut sebagai e-Health, tengah mendapat banyak perhatian dunia. Terutama disebabkan oleh janji dan peluang bahwa teknologi mampu meningkatkan kualitas kehidupan manusia. Tulisan ini mencoba mengulas bagaimana sebenarnya e-Health tersebut dan bagaimana implikasi teknologi dalam meningkatkan pelayanan kesehatan. Pengertian e-Health sendiri secara luas dapat bermakna bidang pengetahuan baru yang merupakan persilangan dari informasi medis, kesehatan public, dan usaha, berkaitan dengan jasa pelayanan dan informasi kesehatan yang dipertukarkan atau ditingkatkan melalui saluran internet dan teknologi berkaitan dengannya (Gunter Eysenbach, J Med Internet Res 2001; 3(2): e20).  Dalam pengertian lebih luas, e-Health dapat diartikan sebagai tidak hanya pengembangan teknologi pelayanan kesehatan, namun juga mencakup pengembangan sikap, perilaku, komitmen, dan tata cara berpikir untuk mengembangkan pelayanan kesehatan dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi.  Mengapa e-Health perlu dilaksanakan?. Di seluruh dunia, terjadi peningkatan biaya pelayanan kesehatan. Banyak orang tidak mendapat kesempatan bagi pelayanan kesehatan yang lebih baik. Catatan kesehatan yang masih mengandalkan dokumen kertas banyak menimbulkan kesalahan dan mengurangi produktivitas layanan. Walau demikian, patut diakui terdapat juga kenaikan pelayanan kesehatan di masyarakat, yang memberikan peluang kehidupan yang lebih baik, namun juga berarti terdapatkan golongan masyarakat manula (manusia usia lanjut) yang lebih besar. Pada umumnya manula juga memerlukan layanan kesehatan yang lebih besar dibandingkan usia produktif. Bagi pemerintah di tingkat lokal maupun pusat juga mendapat tantangan untuk menanggulangi meningkatkan biaya pelayanan kesehatan, meningkatkan akses dan kualitas pelayanan. Selain itu, mereka juga bertanggungjawab terhadap pemantauan kesehatan umum dan kemungkinan penyebaran penyakit menular tertentu. Mengembangkan layanan e-Health akan membantu pihak-pihak penyedia layanan kesehatan termasuk pemerintah untuk mencapai hal tersebut di atas. E-Health akan memberikan kesempatan kepada semua pihak untuk melakukan kolaborasi, pengumpulan dan analisa data kesehatan yang melampaui batasan fisik dan waktu. Sebagai contoh, e-Health dapat diterapkan untuk membantu pemerintah mengembangkan program yang membantu dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya saling bertukar infomasi secara elektronik, mengambil data rekam medis pasien kapan dan dimana diperlukan, dan melakukan kolaborasi dengan memberi layanan jasa kesehatan lainnya secara real time melalui internet. Layanan kesehatan seperti ini akan memberikan banyak sekali penghematan dari sisi biaya dokumen dan administrasi layanan dan memberikan keuntungan pemberian keputusan layanan kesehatan yang terbaik kepada pasien dengan lebih cepat. 
Pemberi layanan jasa kesehatan, seperti dokter dan rumah sakit, juga dapat mengembangkan layanan jasa kesehatan berbasis internet. Program Dokter Keluarga yang tengah diperkenalkan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) misalnya; berupaya untuk mengembangkan konsep dokter sebagai pengelola data kesehatan masyarakat. Tujuan program dokter keluarga adalah memberikan peranan lebih besar kepada dokter untuk menjaga kesehatan masyarakat, ketimbang untuk mengobati. Dengan memanfaatkan basis data kesehatan masyarakat yang dilayaninya, seorang dokter keluarga dapat menentukan program kesehatan apa yang paling tepat untuk masyakarat tersebut. Karena dengan melakukan analisa data kesehatan masyakarat, dapat diketahui pola dan kecenderungan penyakit yang mungkin terjadi dan dapat dilakukan analisa sebab dan akibat.
Untuk itulah dalam program dokter keluarga, komputer dikatakan sebagai stetoskop kedua para dokter. Data kesehatan masyarakat dalam kelompok-kelompok kecil dapat dikumpulkan dan dianalisa menjadi data kesehatan masyarakat yang lebih luas untuk mencerminkan pola kesehatan secara regional maupun nasional.  Peranan komputer dalam mengelola dan melakukan pertukaran data kesehatan melalui internet menjadi sangat vital dalam menyelenggarakan e-Health. Karena data kesehatan tidak hanya berupa teks, bahkan bisa merupakan data gambar, suara, dan multimedia lainnya. Diperlukan komputer yang memiliki kemampuan proses yang tinggi untuk dapat mengolah data yang ada menjadi informasi yang berharga bagi suatu keputusan layanan kesehatan. Komputer dengan multi-inti dan ukuran cache yang besar, seperti yang berbasis pada prosesor Intel Core 2 Duo adalah antara lain yang disarankan sebagai komputer bagi penyedia jasa layanan kesehatan. Pertukaran jasa layanan kesehatan melalui internet juga harus didukung oleh infrastruktur komunikasi pita lebar. Sekali lagi alasannya karena data yang dipertukarkan tidak hanya berupa teks, tetapi berupa data multimedia.  Pada akhirnya, pelayanan jasa kesehatan dengan TIK, atau e-Health memerlukan komitmen dari penyelenggara jasa kesehatan untuk melakukan modernisasi dari perangkat dan infrastruktur yang digunakannya. Dalam tahapan awal, memang hal tersebut akan merupakan investasi dari sisi biaya, namun dalam tahapan berkelanjutan, penerapan e-Health akan memberikan keuntungan dari penghematan biaya-biaya.
Peran Teknologi Informasi bidang kesehatanKetersediaan informasi obat yang akurat, benar, dan
up to date. merupakan kebutuhan bagi penyedia layanan kesehatan untuk pasien dan masyarakat. Perkembangan teknologi informasi dankomunikasi banyak berperan dalam dunia kesehatan antara lain : untuk urusan adminstrasi, obat-obatan,diagnostik, terapi, perawatan (monitoring status pasien), serta penelitian. Selain itu, peran teknologiinformasi lainnya yaitu sebagai pusat informasi kesehatan (Health Information Center), sebagai penyediainformasi yang terpercaya (reliable) dan mampu untuk memetakan kondisi kesehatan masyarakat,melakukan analisis kesehatan berdasarkan data yang komprehensif dari semua unit-unit kesehatan,melakukan pemantauan dan pengendalian masalah kesehatan melalui Health Monitoring System ,konsultan kesehatan bagi masyarakat, baik secara online (web) maupun offline.
 Untuk penanganan yang lebih efisien dibutuhkan suatu koordinasi antar unit pelayanan kesehatan dimana pasien itu didiagnosa ke tempat-tempat dimana pasien tersebut akan dirujuk sehingga penaganan dapat lebih tepat dan efisien tanpa terdapat redudansi”(Irawan 2006:3).
Pada tahapan saat initelah dilakukan identifikasi layanan-layanan unggulan bidang kesehatan dengan karakteristik yangdimiliki, antara lain: berorientasi pada kebutuhan masyarakat, berpotensi untuk dikembangkan (high potential), layanan inovatif (strategic), efektif dan integritas (key operational), dan menciptakan efisiensi(support). Selanjutnya dilakukan pengembangan aplikasi web berdasarkan layanan unggulan yangdiidentifikasi. Sistem yang dirancang akan menghubungkan jaringan Rumah Sakit yang bekerjasama danmenyimpan data keberadaan peralatan kesehatan serta ruangan yang tersedia di masing-masing rumahsakit pada saat tertentu. Data ini kemudian dapat diakses oleh masyarakat yang membutuhkan layananunit gawat darurat melalui fasilitas tertentu seperti situs web serta SMS. DGS bidang kesehatan yangdihasilkan saat ini bersifat informatif kepada masyarakat dan layanan interaktif untuk layanan registrasi online tenaga kesehatan.
Manfaat Teknologi InformasiSeperti yang telah dijabarkan di atas, peranan dan aplikasi komputer dalam bidang kesehatansangatlah banyak. Komputer secara tidak langsung telah membantu manusia untuk mengetahui penyakityang dideritanya hingga sampai pada tahap penyembuhan.Sebagai kesimpulannya, manfaat dari penerapan komputer dalam bidang kesehatan di tiap-tiapaplikasinya antara lain sebagai berikut :
·         Mendiagnosa suatu penyakit dan menentukan obat yang cocok
·         Melihat dan menganalisa organ –  organ tubuh bagian dalam manusia
·         Memonitoring status pasien, merecord data pribadi pasien dan riwayat penyakit pasien
·         Melakukan penelitian ilmiah yang diperlukan
·         Memasukkan, menyimpan, menggelompokkan dan mengolah data – data secara cepat dan mudah
·         Mendeteksi DNA seseorang
·         Mengecek dan mengethaui hasil tes darah di laboratorium
Upaya Pengenalan Teknologi Informasi untuk Peningkatan Kualitas Pelayanan KesehatanPengembangan DGS merupakan inisiatif yang dikembangkan guna mendorong pemanfaatanteknologi informasi seluas-luasnya bagi masyarakat dan pemerintah untuk meningkatkan interaksi satudengan lainnya, sehingga diharapkan dapat mengakselerasi upaya peningkatan taraf hidup dan daya saing.Dari uraian diatas, maka satu hal lagi yang sangat penting perlu dipersiapkan adalah sumber dayamanusianya (SDM) untuk menghadapi perkembangan TI, sehingga mampu melakukan pengembangan-pengembangan terhadap sistem
Existing dan berinovasi yang dapat menjadi produk layanan kesehatanunggulan yang didukung oleh
enabler  pada sisi Teknologi Informasi.Salah satu kewajiban pemerintah adalah menyediakan layanan kepada masyarakat dalamberbagai bidang misalnya bidang pelayanan kesehatan. Jangkauan pelayanan merupakan hal penting yang dapat menentukan kinerja pemerintah. “Kecepatan, efektifitas, efisiensi, pemerataan, dan jangkauan pelayanan merupakan sejumlah parameter penting yang menentukan kinerja pemerintah dalam melayani masyarakat.”(Kadiman 2006:89). Pelayanan secara elektronik dengan teknologi informasi dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat disalurkan dalam bentuk situs internet yang interaktif, sehinggamemberikan fleksibilitas dan kelengkapan layanan yang setara dengan layanan langsung secara personal.Dari segi kualitas, sebaiknya diberikan secara merata untuk berbagai kelas, sosial, ekonomi danpendidikan. Selain merealisasikan kelengkapan layanan, perlu adanya penyuluhan mengenai teknologiinformasi yang bergerak di bidang kesehatan. Hal tersebut bertujuan untuk menghindari penyalahgunaansistem informasi serta memberikan informasi mengenai manfaat teknologi informasi dibidang kesehatan.
Namun, saat ini yang menjadi masalah utama dalam implementasi e-Service  di Indonesia adalah luas cakupan. Layanan seharusnya tersedia merata di seluruh wilayah geografis yang berbentukkepulauan dan tingkat kepadatan penduduk yang berbeda-beda. Untuk pengembangan lebih lanjutdiperlukan dukungan dari kementrian kesehatan dan operator sistem telekomunikasi, sehingga efisiensi,kecepatan serta transparansi layanan kesehatan dapat berjalan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar