Rabu, 23 November 2016

Komponen Darah dan Urin

KOMPONEN DARAH DAN URIN




Komponen Darah
Darah merupakan suatu jaringan tubuh yang terdapat di dalam pembuluh darah. Warna merah pada darah tergantung pada kadar O2 (oksigen) dan CO2 (karbondioksida) yang dikandungnya. Semakin merah tua warna darah berarti relatif lebih banyak kandungan CO2 nya, demikian pula sebaliknya. Fungsi utama sel darah merah relatif sederhana,yaitu menyalurkan oksigen ke jaringan dan membantu membuang karbon dioksida dan proton yang dibentuk oleh metabolism jaringan. Darah terbagi menjadi dua bagian besar, yaitu:
·         Korpuskula: 45%
·         Plasma darah: 55%
Dalam korpuskula terdapat koromponen-komponen sebagai berikut:
o   Eritrosit (Sel darah merah)
Jenis sel darah yang paling banyak dan berfungsi membawa oksigen ke jaringan-jaringan tubuh lewat darah. Bagian dalam eritrosit terdiri dari hemoglobin, sebuah biomolekul yang dapat mengikat oksigen. Hemoglobin akan mengambil oksigen dari paru-paru , dan oksigen akan dilepaskan saat eritrosit melewati pembuluh kapiler. Warna merah sel darah merah sendiri berasal dari warna hemoglobin yang unsur pembuatnya adalah zat besi. Pada manusia, sel darah merah dibuat di sumsum tulang belakang, lalu membentuk kepingan.
Di dalam sel darah merah tidak terdapat nukleus. Sel darah merah sendiri aktif selama 120 hari sebelum akhirnya dihancurkan. Warna dari eritrosit berasal dari gugus heme yang terdapat pada hemoglobin. Sedangkan cairan plasma darah sendiri berwarna kuning kecoklatan, tetapi eritrosit akan berubah warna tergantung pada kondisi hemoglobin. Ketika terikat pada oksigen, eritrosit akan berwarna merah terang dan ketika oksigen dilepas maka warna eritrosit akan berwarna lebih gelap, dan akan menimbulkan warna kebiru-biruan pada pembuluh darah dan kulit.
o   Leukosit (Sel darah putih)
Fungsi utama dari sel tersebut adalah untuk fagosit (pemakan) bibit penyakit/ benda asing yang masuk ke dalam tubuh. maka jumlah sel tersebut bergantung dari bibit penyakit/benda asing yang masuk tubuh.  Berdasarkan ada tidaknya granula, leukosit dibagi menjadi:
1.      Leukosit Granuler             : Eosinofil, Basofil, Neutrofil
2.      Leukosit Agranuler           : Monosit dan Limfosit
o   Trombosit (platelet)
Keping darah tersirkulasi dalam darah dan terlibat dalam mekanisme homeostasis tingkat sel dalam proses pembekuan darah dengan membentuk darah beku. Rasio plasma keping darah normal berkisar antara 200.000-300.000 keping/mm³, nilai dibawah rentang tersebut dapat menyebabkan pendarahan, sedangkan nilai di atas rentang yang sama dapat meningkatkan risiko trombosis. Trombosit memiliki bentuk yang tidak teratur, tidak berwarna, tidak berinti, berukuran lebih kecil dari eritrosit dan leukosit, dan mudah pecah bila tersentuh benda kasar.
Pada dasarnya plasma darah adalah larutan air yang mengandung albumin, bahan pembeku darah, hormone, berbagai jenis protein, berbagai jenis garam. Dalam plasma darah banyak terkandung campuran protein yang kompleks . albumin merupakan protein utama. Albumin adalah protein utama dalam plasma manusia dan membentuk sekitar 60% protein plasma darah total.sekitar 40% albumin terdapat dalam plasma, dan 60% sisanya terdapat diruang ekstra sel.
Komponen Urin
Komponen yang ada dalam urin seperti urea, garam terlarut dan materi organik lainnya. Salah satu komponen yang dapat berbahaya bagi tubuh adalah amonia. Amonia merupakan substansi yang amat beracun dan terhimpunnya dalam tubuh dengan cepat dapat berakibat fatal. Urin primer dihasilkan dalam glomerula ginjal dari plasma yang bebas protein. Urin primer dibentuk dalam tubuli yang sebelumnya telah mengalami resorpsiNaCl dan glukosa dalam jumlah tertentu dan selebihnya diekskresikan bersama hasil metabolisme lainnya.  Unsur- unsur penyusun urin normal di antaranya (dalam satuan gram):
Komponen organik:
·         Asam urat 
·         Hipurat 
·         Keratin 
·         Urea 
·         Kreatinin
·         glukosa
·         protein 
·         benda keton     
·         asam amino 
Komponen anorganik penyusun urin adalah sebagai:
·         Cl-
·         Na+
·         K+
Selain ion-ion tersebut, ada juga ion-ion penyusun urin dalam jumlah yang kecil (akan tetapi kalsium dan magnesium terdapat juga di dalam tinja dalam jumlah yang lebih besar). Jumlah komponen- komponen anorganik ditentukan oleh komposisi bahan makanan. Pada keadaan asidosis, ekskresi amonia dapat sangat meningkat. Ekskresi dari banyak ion-ion berada di bawah kontrol hormon. Unsur penyusun urin yang mudah larut adalah NaCl, sedangkan unsur-unsur yang sukar larut di antaranya fosfat dari Ca dan Mg serta konkremen- konkremen batu ginjal. Dalam urin asam terdapat asam urat, mono-natrium-urat dan kalsium-oksalat. Dan dalam urin basa terdapat mono-amonium-urat, kalsium kalsium-fosfat, magnesium-amonium-fosfat, kalsium- oksalat dan kalsium-karbonat. Jika urin kejangkit bakteri, maka terbentuklah aminia (NH3).
 Protein yang ada dalam urin pada penyakit ginjal merupakan campuran albumin dengan globulin. Bila ada kerusakan pada glomerulus akan dijumpai albumin sebagai protein utama. Melakukan pemeriksaan terhadap kadar yang tepat dari kandungan urin, itu lebih penting  dari pada hanya sekedar mengetahui unsur yang terdapat di dalamnya. Perlu kewaspadaan terhadap masalah waktu guna untuk mendapatkan hasil kwantitatif yang akurat. Banyak substansi yang dihasilkan pada variasi diurnal seperti katekolamin, 17-hydroxysteroid dan elektrolit  yang mana konsentrasinya menurun pada pagi hari dan terjadi peningkatan konsentrasi pada siang hari. Selain perubahan konsentrasi yang terjadi oleh karena variasi diurnal, ada juga perubahan akibat aktifitas sehari-hari seperti exercise, makanan (proteins intake) dan metabolisme tubuh, oleh karena itulah pemeriksaan urin 24 jam  merupakan gold standard.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar